jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali ambles hingga menyentuh level Rp 17.519 per dolar AS.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan konflik di Timur Tengah menjadi faktor eksternal utama yang menekan posisi rupiah.
Menurut Ibrahim, memanasnya konflik dipicu penolakan Iran terhadap proposal yang diajukan AS.
"Penolakan ini ya membuat ketegangan baru, ya, karena secara tak terduga pun juga serangan-sekerangan kecil masih terjadi di Selat Hormuz," kata Ibrahim melalui pesan suara, Selasa (12/5).
Kendati Donald Trump telah menyatakan perang sudah usai, kondisi di lapangan menunjukkan Amerika Serikat masih terus melakukan penyerangan di wilayah Selat Hormuz.
Sebagai respons, Iran pun melancarkan serangan balik terhadap pasukan-pasukan Amerika.
Selain itu, Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan terus melakukan serangan terhadap Iran.
Salah satunya, serangan pada awal April yang menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan











































