jpnn.com, JAKARTA - Membayangkan harus mengantre berjam-jam di SPBU demi beberapa liter BBM bersubsidi tentu melelahkan.
Lebih menyakitkan lagi ketika tahu, jatah yang seharusnya milik warga biasa justru dihabiskan oleh mereka yang bermain curang.
Di Bangka Belitung, praktik "ngompas" atau melangsing BBM subsidi berulang kali akhirnya menemui tembok tebal.
Pertamina telah memblokir barcode (QR Code) milik 1.274 nomor polisi kendaraan di wilayah ini, yang terbukti menyalahi aturan Subsidi Tepat.
Langkah tegas ini diambil setelah tim verifikasi menemukan indikasi transaksi mencurigakan.
Satu kendaraan berkali-kali menguras BBM bersubsidi dalam sehari—sebuah pola klasik yang mengorbankan pengendara lain yang benar-benar membutuhkan.
"Pemblokiran ini bagian dari langkah pengawasan agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran," tegas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, di Pangkalpinang.
Ulah para pemburu BBM subsidi ternyata bukan cuma terjadi di Bangka Belitung.
















































