jpnn.com - BEKASI - Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai berproduksi awal Januari 2027.
Fasilitas yang kini memasuki tahap konstruksi tersebut akan menggunakan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebagai bahan baku.
Founder Asiana Technologies Poltak Sitinjak mengatakan fasilitas tersebut ditargetkan akan mengolah 1250 ton Sampah Landfill dan akan menghasilkan RDF sebanyak 650 ton per hari.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk adalah offtaker hasil produksi RDF tersebut.
“Investor adalah Asiana Technologies yang telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Indocement sebagai offtaker,” ujar Poltak dalam keterangan resminya dikutip, Senin (21/9).
Poltak mengatakan pengembangan fasilitas RDF merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif.
Menurut dia, Asiana Technologies juga akan membangun fasilitas serupa di sejumlah TPA untuk memasok RDF ke industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dia menyebut model Waste to Fuel dapat dikembangkan melalui skema business to business tanpa subsidi pemerintah. Untuk kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari, Poltak memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp450 miliar.
















































