jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Indonesia masuk lima besar negara eksportir besi dan baja dunia.
Budi Santoso menjelaskan RI masuk lima besar ini setelah adanya kebijakan pemerintah dalam hilirisasi sebagai langkah meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.
"Pada tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-17 sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia," kata Budi Santoso dikutip Kamis (5/2).
Selanjutnya, melalui upaya hilirisasi dan peningkatan kapasitas industri, Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia.
Dalam peringkat terbaru, empat negara di atas Indonesia adalah China peringkat pertama, Jerman kedua, Jepang ketiga, dan Korea Selatan keempat.
"Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia," ujar Mendag.
Dia menyebutkan pada tahun 2024, neraca perdagangan besi dan baja (HS 72) Indonesia mencatatkan surplus sebesar 15,08 miliar USD yang berasal dari nilai ekspor sebesar 25,80 miliar USD dan nilai impor sebesar 10,73 miliar USD.
Lalu pada tahun 2025 neraca perdagangan besi dan baja Indonesia mencatatkan surplus yang meningkat menjadi 18,44 miliar USD. Surplus tersebut didorong nilai ekspor sebesar 27,97 miliar USD. Sementara nilai impor tercatat sebesar 9,53 miliar USD.










































