jpnn.com, BALIKPAPAN - Pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai mempunyai kerumitan tinggi.
Oleh karena itu Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M Kholid Syeirazi menilai wajar, jika Pertamina menerapkan standar tinggi dalam menjalankan Health, Safety, and Environment (HSE).
Termasuk dalam pelaksanaannya oleh mitra, yakni kontraktor.
“Sangat rumit, termasuk fasilitasnya. Karena itu kontraktor juga harus yang teruji. Termasuk dalam penerapan HSE tinggi. HSE ini kan penting sekali. Ini high risk juga,” ujar Kholid.
Apalagi, jelas Kholid, RDMP bukan membangun kilang baru, tetapi meng-upgrade kilang eksisting.
”Jadi RDMP itu menambah kapasitas sekaligus kompleksitas, di saat kilang eksisting masih beroperasi,” kata dia.
Terkait kapasitas, karena RDMP akan menambah kapasitas pengolahan 100 ribu barel per hari, yakni dari 260 jadi 360 ribu barel per hari.
Sedangkan kompleksitas, karena memiliki fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), sehingga dapat memproduksi produk-produk bernilai tinggi. Termasuk mengolah residu-residu yang semakin kecil.














































