jpnn.com, JAKARTA - Ramai-ramai mendadak pejabat RI mengundurkan diri alias resign seusai dua hari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus 8 persen.
Tercatat ada lima pejabat yang mengundurkan diri, mereka adalah Ketua Dewan Kehormatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi.
Kemudian ada nama Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, serta Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyebutkan keputusan mundur petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sisi pertanggungjawaban etik masih dipegang pejabat di pasar modal.
"Langkah beliau ini menunjukkan pertanggungjawaban etik yang baik. Keteladanan seperti ini malah jarang di negeri ini," kata Said melalui keterangan persnya, Jumat (30/1).
Said berharap langkah mundur petinggi OJK dan BEI ditangkap positif oleh bursa bahwa masih ada pengurus, regulator dan pengawas sektor pasar modal yang punya integritas.
"Saya kira ini sinyal yang baik untuk menguatkan kepercayaan ke investor," kata anggota Komisi XI DPR RI itu.
Negara, kata Said, perlu menyempurnakan berbagai kebijakan yang kurang selama ini. OJK sebagai regulator pasar harus berbenah.












































