jpnn.com, ABU DHABI - Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Syekh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, di Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Rabu (4/2). Dalam pertemuan selama satu jam itu, kedua tokoh membahas sejumlah potensi kerja sama strategis.
Megawati mengungkapkan bahwa Putra Mahkota UEA menunjukkan ketertarikan kuat untuk memperdalam kolaborasi riset dengan Indonesia.
"Karena waktu yang pertama itu beliau menanyakan Indonesia itu bagaimana. Dan tadi ditanyakan kembali, beliau ternyata (mengingat) dari pembicaraan yang pertama saya menceritakan kalau saya memegang BRIN," ujar Megawati seusai pertemuan.
Ia pun memaparkan cakupan luas riset di bawah BRIN. "Saya harus menceritakan bahwa di BRIN itu ada 12 bagian, ada masalah pangan, flora fauna, dan lain sebagainya. Sehingga tentunya bisa kemungkinan menjadi sebuah pemikiran dari beliau kalau mau mengadakan kerja sama itu di dalam bidang-bidang apa saja," jelasnya.
Selain riset, Megawati menyoroti kemajuan teknologi desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar di UEA. Teknologi ini menjadi perhatiannya untuk dipelajari lebih lanjut bagi Indonesia.
"Kalau saya menanyakan kepada beliau, di sini ternyata kalau kita lihat kan ini tadinya gurun pasir, tetapi, kok, bisa ada air mancur dan lain sebagainya," kata Megawati.
"Rupanya di sini sudah dilakukan pengolahan dari desalinasi air laut. Nah, mungkin kemungkinan itulah yang akan kami bahas lebih dalam," tambahnya.
Suasana pertemuan digambarkan cair dan bersahabat. Megawati mengaku tidak menyadari diskusi telah berlangsung satu jam. "Tadi saya tanya (staf), soalnya enggak lihat jam. Ternyata satu jam. Saya pikir kayaknya cepat banget. Ya, karena beliau banyak bertanya, saya jadi banyak menjawab," tuturnya.












































