jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mendekati ambang batas 3 persen.
Purbaya menjelaskan, keputusan pemerintah melakukan pelebaran defisit APBN ini tidak memengaruhi sentimen pasar saham.
“Enggak ada (pengaruh). Kan masih di bawah 3 persen,” kata Purbaya dikutip Sabtu (31/1).
Berdasarkan realisasi sementara APBN 2025, defisit fiskal tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.
Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.
Namun, menurut Purbaya, kinerja itu justru menunjukkan bahwa Indonesia mampu melakukan kebijakan countercyclical tanpa melanggar batas dengan kehati-hatian fiskal.
Terlebih, perekonomian nasional mengalami gejolak yang cukup dinamis sepanjang 2025.
Bendahara negara ini pun menyebut langkah mitigasi Pemerintah Indonesia dalam mengelola fiskal mendapat apresiasi positif dari Bank Dunia.












































