jpnn.com - Puncak Genting yang menawarkan pemandangan perbukitan menjadi salah satu potensi wisata alam di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Pemilik Genting AMD, Asmaini, saat ditemui di Puncak Genting, Minggu (1/2/2026), mengatakan dengan berjarak sekitar 16 kilometer dari Blangkejeren, ibu kota Gayo Lues, lokasi ini berpotensi menarik wisatawan dari pusat kota.
"Kalau menurut saya, potensi wisatanya di sini besar karena pengunjung peminatnya besar. Cuman di kami ini, ya, saya tidak tahu di tempat yang lain, tetapi di tempat saya ini belum ada fasilitas dibantu pemda," kata Asmaini.
Di tempat yang dia rintis bersama keluarganya itu, Asmaini menyediakan wahana untuk berfoto, pondok-pondok untuk beristirahat sembari makan ataupun minum, dan berencana mengembangkan pondok wisata (homestay).
Sebelum bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 200 orang pada akhir pekan dan hari libur nasional. Rata-rata omzet mencapai Rp 5 juta per pekan.
Setelah bencana melanda, jumlah wisatawan turun drastis. "Enggak bisa dibilang lagilah. Memang sama sekali enggak ada. Kami pun asal datang saja menenangkan hati saja ke sini, daripada di rumah pun enggak ngapa-ngapain, kan," tuturnya.
Meski wisatawan tidak ramai, Asmaini tetap buka. Saat masa-masa awal pascabencana, dia bahkan sempat menyediakan kopi gratis untuk sukarelawan.
"Biar ada orang mampir, orang yang capek, yang enggak ada dana, bisa ngopi gratis di sini," katanya.












































