Puan Minta Pemerintah Mengevaluasi Penugasan TNI di Lebanon

2 hours ago 16

Puan Minta Pemerintah Mengevaluasi Penugasan TNI di Lebanon

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua DPR RI Puan Maharani (15/8). Foto: YouTube/DPR RI

jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi penugasan prajurit TNI untuk misi perdamaian seperti dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Menurut Puan, penilaian terkait situasi geopolitik teraktual harus dilakukan pemerintah dalam evaluasi penugasan TNI dalam misi berbaya. 

"Pemerintah, stakeholder harus bisa menjamin dan mengevaluasi apakah keselamatan tersebut kemudian perlu dilengkapi serta disiapkan atau kemudian mengevaluasi," kata Puan menjawab pertanyaan awak media terkait perlunya evaluasi penugasan TNI dalam UNIFIL di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4).

Puan mengatakan Indonesia harus menjaga keselamatan seluruh WNI yang ada di luar negeri. “Termasuk pasukan TNI yang ditugaskan di garda terdepan, di tempat-tempat yang ditugaskan,” ungkap politikus PDI Perjuangan, itu.

Seperti diketahui, tiga prajurit TNI gugur saat mengemban tugas perdamaian dunia di bawah UNIFIL.

Ketiga prajurit yang gugur ialah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon.

Praka Farizal dilaporkan gugur akibat terkena serangan proyektil tank dari militer Israel di kawasan Ahdit Alquel.

Kapten Zulmi dan Sertu Nur Ikhwan tewas akibat ledakan di pinggir jalan yang menghantam kendaraan konvoi logistik UNIFIL yang mereka kawal.

Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi penugasan TNI di wilayah konflik, seperti di Lebanon.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |