jpnn.com, JAKARTA - PSIM Yogyakarta menutup musim dengan hasil pahit seusai dihajar Arema FC 1-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026).
Pelatih PSIM, Jean Paul van Gastel, menilai kekalahan itu terjadi karena anak asuhnya kehilangan fokus sejak menit awal laga.
Akibat kekalahan tersebut, Laskar Mataram gagal menembus 10 besar klasemen akhir dan harus puas finis di posisi ke-11 dengan koleksi 45 poin. Sementara Arema FC sukses menutup musim di peringkat kesembilan dengan raihan 48 angka.
Van Gastel tak menutupi rasa kecewanya melihat performa timnya, khususnya di babak pertama. Menurut pelatih asal Belanda itu, para pemain PSIM terlalu mudah kehilangan konsentrasi sehingga kesalahan sendiri langsung dimanfaatkan lawan menjadi gol cepat.
"Saya pikir di babak pertama tidak banyak pemain yang fokus dalam pertandingan dan kami langsung dihukum karena kesalahan sendiri," ujar Van Gastel usai pertandingan.
Petaka bagi PSIM datang sangat cepat. Laga baru berjalan dua menit ketika Joel Vinicius sukses membawa Arema unggul setelah memanfaatkan umpan matang dari Dalberto Luan. Gol kilat itu membuat PSIM kesulitan mengembangkan permainan hingga tertinggal 1-0 saat turun minum.
Van Gastel juga menyoroti permainan fisik Arema FC yang dianggap sangat efektif merusak ritme timnya. Untuk mengejar ketertinggalan, PSIM mencoba tampil lebih agresif di babak kedua dengan perubahan strategi menyerang.
Namun bukannya bangkit, PSIM kembali dikejutkan gol kedua Arema lewat aksi Dalberto Luan pada menit ke-48. Sempat muncul asa setelah Deri Corfe memperkecil skor menjadi 2-1 empat menit berselang, tetapi momentum itu gagal dimanfaatkan tim tamu.







































