jpnn.com, JAKARTA - Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, inovasi energi bersih terus dikembangkan.
Salah satunya datang dari pemanfaatan ekstrak tumbuhan untuk memproduksi material penting panel surya melalui metode “sintesis hijau” yang dikembangkan Prof. Nofrijon Sofyan.
Melalui pendekatan tersebut, Prof. Nofrijon berhasil membuat partikel nano titanium dioksida (TiO?), komponen krusial dalam teknologi sel surya generasi terbaru.
Partikel nano berukuran sangat kecil ini berperan meningkatkan kinerja sel surya sensitif zat warna (DSSC) dan sel surya perovskite (PSC) yang dikenal lebih ringan, fleksibel, dan berpotensi lebih murah dibanding panel konvensional.
Dia menjelaskan, metode konvensional pembuatan nano TiO? umumnya menggunakan bahan kimia berbahaya dan proses berenergi tinggi.
Kondisi ini dinilai kontradiktif dengan tujuan pengembangan energi bersih yang ramah lingkungan.
Sebagai solusi, sintesis hijau memanfaatkan senyawa alami dalam tumbuhan seperti flavonoid, tanin, dan polifenol untuk membentuk partikel nano tanpa bahan kimia beracun.
Berbagai sumber hayati seperti buah ketapang, bunga melati, daun gambir, hingga daun sawit dapat digunakan dalam proses tersebut.










































