jpnn.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi makro Piter Abdullah menilai keputusan Danantara menempatkan PT Pos Indonesia sebagai induk holding logistik nasional, merupakan langkah strategis yang rasional dan tepat waktu.
Penilaian tersebut merespons pernyataan Direktur Utama Danantara Aset Management Dony Oskaria mengenai rencana konsolidasi BUMN sektor logistik dengan PT Pos Indonesia sebagai entitas induk.
"Langkah Danantara membentuk Holding Logistik Nasional dengan PT Pos Indonesia sebagai induk adalah keputusan yang sangat strategis dan tepat waktu," ujar Piter Abdullah.
Menurut Piter, selama ini BUMN logistik beroperasi secara terpisah dan kurang terkoordinasi, bahkan dalam beberapa kasus saling berkompetisi di segmen pasar yang sama.
"BUMN logistik kita berjalan sendiri-sendiri, overlap dalam coverage, bahkan berkompetisi satu sama lain, ini jelas tidak efisien. Konsolidasi adalah keniscayaan jika kita ingin punya national champion yang bisa bersaing dengan pemain global seperti DHL," jelasnya.
Piter lantas memaparkan tiga alasan mengapa pemilihan PT Pos Indonesia sebagai induk holding dinilai rasional dari perspektif manajemen strategis.
Pertama, PT Pos memiliki aset jaringan distribusi terluas di Indonesia.
"PT Pos punya aset jaringan terluas 4.800 lebih titik layanan yang tidak dimiliki BUMN logistik lainnya. Ini infrastruktur yang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat," katanya.













































