jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi selama tiga hari berturut-turut dalam dua pekan terakhir menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp670 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Teguh Abianto mengatakan bencana tersebut didominasi oleh angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah.
"Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di Jalan Supriyadi, depan Crown Victoria Hotel, yang sempat menutup akses jalan. Petugas langsung melakukan pemotongan pohon agar lalu lintas kembali normal,"kata Teguh, Selasa (3/2).
Salah satu kejadian pohon tumbang terjadi di Jalan Supriyadi, tepatnya di depan Crown Victoria Hotel, yang sempat menutup akses jalan. Petugas BPBD langsung melakukan pemotongan pohon agar lalu lintas kembali normal.
Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan satu unit rumah dan tiga tempat usaha di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, mengalami rusak ringan.
BPBD juga mencatat banjir terjadi di delapan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Desa Gamping, Ngentrong, dan Sawo di Kecamatan Campurdarat; Desa Besole di Kecamatan Besuki; Desa Pakisaji, Tunggangri, dan Jabon di Kecamatan Kalidawir; serta Desa Panggungkalak di Kecamatan Pucanglaban.
Teguh menjelaskan, banjir di Kecamatan Campurdarat dan Kalidawir umumnya menggenangi ruas jalan dengan ketinggian air hingga sekitar 50 sentimeter.
“Banjir dipicu oleh luapan sungai dan tersumbatnya sistem drainase,” ujarnya.










































