jpnn.com, PALEMBANG - Polda Sumatra Selatan memperkuat langkah untuk menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel.
Fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau yang disebut “Godzilla” berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti di Sumatera Selatan.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut dilakukan setelah Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho mengikuti arahan Wakapolri melalui video conference, Selasa (14/2026) siang di Mapolda Sumsel.
Irjen Pol Sandi menyampaikan berdasarkan data operasional Triwulan I Tahun 2026, Polda Sumsel telah mendeteksi ratusan titik panas dengan luas lahan terbakar puluhan hektare. Kondisi ini menjadi indikator penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah mitigasi sejak dini.
Kapolda menegaskan bahwa langkah antisipasi menjadi prioritas utama.
"Kami tidak menunggu bencana terjadi. Polda Sumsel bersama seluruh instansi terkait akan terus memperkuat kesiapsiagaan berbasis data dan sinergi lintas sektor guna melindungi masyarakat,” kata Kapolda.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi merupakan kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim.
“Koordinasi dengan BMKG, BPBD, dan instansi lingkungan akan terus diperkuat agar respons terhadap potensi karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terukur,” sampai Nandang.








































