jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bicara tentang potensi adanya migrasi konsumen BBM nonsubsidi ke subsidi.
Kenaikan harga tiga jenis BBM nonsubsidi dikhawatirkan akan memicu fenomena peralihan (shifting) konsumen, sehingga berpotensi membebani APBN.
Bahlil mengimbau masyarakat kalangan mampu untuk tidak ikut turun kelas menjadi konsumen subsidi.
Dia menekankan BBM subsidi diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
“BBM subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya (Menteri), Dirjen, Wamen, karena harga RON 98 naik, tiba-tiba masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak rakyat. Apa nggak malu kita?," kata Bahlil di kantornya, di Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Bahlil menyoroti sejumlah temuan dugaan adanya kecurangan pengguna kendaraan roda dua yang sengaja mengisi BBM subsidi berulang-ulang, dengan tujuan menimbun.
Dia menuntut kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai hak rakyat yang membutuhkan.
“Pengawasan itu ada, tetapi yang terpenting adalah keinsafan dari diri kita. Masa harus diawasi terus? Kasihan rakyat kita,” imbuh Bahlil.








































