jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyambut positif peluncuran Laporan Pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 yang digelar di The Westin Jakarta beberapa waktu lalu.
Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin mengungkapkan perpres 79 tahun 2023 bisa memecah hambatan pasar dan memacu pertumbuhan industri kendaraan listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) nasional secara signifikan.
Menurut dia, perpes itu bisa menjadi instrumen strategis untuk memutus siklus hambatan struktural pasar kendaraan listrik.
Sebab, kata dia, sebelumnya pasar kendaraan listrik sangat kecil, pilihan produk terbatas, serta produsen BEV masih ragu untuk berinvestasi di Indonesia.
Rachmat mengungkapkan data pertumbuhan yang impresif.
Sejak 2023 hingga 2025, penjualan BEV di Indonesia tumbuh rata-rata 147% per tahun untuk kendaraan listrik roda empat.
Pilihan model bagi masyarakat pun melonjak drastis dari hanya 16 varian menjadi 138 varian.
“Perpres 79/2023 dirancang untuk memecah hambatan struktural tersebut. Elektrifikasi bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi kemandirian energi, mengingat sekitar 97 persen sumber listrik nasional berasal dari sumber domestik,,” ungkap Rachmat.













































