jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan pertemuan strategis dengan delegasi tingkat tinggi Kementerian Sumber Manusia (KSM) Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis 21 Mei 2026.
Pertemuan ini menandai babak baru penguatan hubungan bilateral kedua negara yang berfokus pada transformasi penempatan Pekerja Migran Indonesia berbasis keterampilan (skill-based) serta optimalisasi sistem pelindungan terintegrasi.
Hadir memimpin delegasi Malaysia, Minister KSM Dato' Sri Ramanan Ramakrishnan, JP, yang didampingi oleh sejumlah pejabat kunci lintas kementerian dan lembaga penting Malaysia, di antaranya, Dr. Hj. Mohd Shaharin bin Umar (Deputy Secretary General Policy dan International KSM), Amb. Suzilah binti Mohd Sidek (Undersecretary, Southeast Asia Division, Kementerian Luar Negeri Malaysia).
Selain itu, hadir pula Mdm. Rafea'ah binti Nahar (Undersecretary, Policy Division) Dato' Sri Dr. Mohammed Azman bin Aziz Mohammed(Group CEO PERKESO) dan Mr. Kamal bin Pardi (Direktur Jenderal JTKSM).
Transformasi Kelembagaan di Era Presiden Prabowo Subianto
Dalam pertemuan tersebut Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki akar sejarah yang panjang dan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, politik kawasan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Mukhtarudin juga memperkenalkan nomenklatur baru Kementerian P2MI yang dibentuk di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Transformasi kelembagaan ini, yang sebelumnya berada di bawah pengampu Kementerian Ketenagakerjaan, kata Menteri Mukhtarudin merupakan bukti konkret keseriusan dan komitmen penuh Presiden Prabowo dalam mengurus serta melindungi Pekerja Migran Indonesia.






































