jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku bakal berkunjung ke Bekasi untuk menjenguk korban tabrakan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Adapun dalam insiden tersebut, 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang melibatkan KRL dengan kereta api jarak jauh, KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) malam.
"Setelah ini (RPUS BJB), jam 12.00 WIB saya ke Bekasi. Saya menyampaikan duka kemudian menyampaikan santunan," kata Dedi di Gedung Pakuan.
Dia menuturkan pihaknya akan memberikan santunan Rp 50 juta bagi korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Bekasi untuk menanggung bersama biaya pengobatan korban luka-luka.
"Kami memberikan santunan bagi yang meninggal Rp 50 juta (setiap) warga manapun dan karena lokasinya di Bekasi Jawa Barat, saya sudah bicara ke wali kota agar biaya rumah sakit ditanggung bersama oleh Pemprov Jabar," ucap Kang Dedi
Lebih lanjut, Dedi juga menyoroti ketiadaan flyover di perlintasan sebidang di Stasiun Bekasi Timur.
Maka dari itu, pihaknya tengah merancang untuk pembangunan flyover dan saat ini masih dalam proses revisi Detail Engineering Design (DED).









































