Perihal Ideologi Liberalisme

2 weeks ago 52

Oleh: Syafrudin Budiman, S.I.P - Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta

Perihal Ideologi Liberalisme

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mahasiswa Pascasarjana Magister Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta Syafrudin Budiman, S.I.P. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com - Etimologi dan Definisinya

Kata-kata seperti liberal, liberty, libertarian, dan libertine semuanya mempunyai akar sejarah ke bahasa Latin liber, yang berarti ‘bebas’.

Salah satu contoh pertama yang tercatat dari penggunaan kata liberal terjadi pada tahun 1375, ketika digunakan untuk menggambarkan seni liberal dalam konteks pendidikan yang diinginkan untuk orang yang merdeka.

Hubungan awal kata itu dengan pendidikan klasik universitas abad pertengahan membuka jalan bagi munculnya denotasi dan konotasi yang berbeda.

Liberal dapat merujuk pada "bebas dalam menganugerahkan" sejak tahun 1387, "dibuat tanpa tugas" pada tahun 1433, "diizinkan secara bebas" pada tahun 1530 dan "bebas dari pengekangan"—sering kali sebagai komentar yang merendahkan—pada abad ke-16 dan ke-17.

Di Inggris pada abad ke-16, liberal bisa memiliki atribut positif atau negatif dalam mengacu pada kemurahan hati atau kecerobohan seseorang.

Dalam Much Ado About Nothing, William Shakespeare menulis tentang "seorang penjahat liberal" yang "telah mengakui pertemuan kejinya".

Dengan munculnya Abad Pencerahan, kata liberal memperoleh makna yang lebih positif yang didefinisikan sebagai "bebas dari prasangka yang sempit" pada tahun 1781 dan "bebas dari kefanatikan" pada tahun 1823.

Liberalisme adalah sebuah ideologi politik, pandangan filsafat politik dan moral yang didasarkan pada kebebasan, persetujuan dari yang diperintah dan persamaan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |