Penyelundup 25 Ton Bijih Timah di Babel Disikat TNI AL

4 hours ago 20

Penyelundup 25 Ton Bijih Timah di Babel Disikat TNI AL

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Muatan bijih timah dari kapal nelayan yang digerebek personel TNI AL dan Bea Cukai di perairan Selat Timur Selat Bangka, Rabu (14/1/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AL.

jpnn.com - Personel TNI AL menggagalkan penyelundupan bijih timah seberat 25 ton di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (14/1).

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (15/1/2026), dijelaskan bahwa penyelundupan itu digagalkan setelah personel TNI AL curiga terhadap aktivitas sebuah kapal nelayan di perairan Bangka.

"Penggagalan ini berawal dari hasil pendeteksian KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi BKO Guskamla I terhadap sebuah kapal yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul.

Setelah itu, personel KRI berupaya memantau hingga akhirnya mendekati kapal nelayan tersebut.

Tunggul mengatakan operasi penggerebekan itu juga melibatkan petugas dari Bea Cukai Pangkal Pinang dan Binda Pangkal Pinang.

Personel TNI AL pun mengamankan empat orang anak buah kapal (ABK) dan biji timah dalam jumlah besar di dalam kapal.

"Dari hasil pemeriksaan, ditemukan muatan bijih timah ilegal seberat kurang lebih 25 ton atau sekitar 500 kampil, dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp 12,5 miliar," ujar Tunggul.

Biji timah itu diperkirakan akan dikirim ke wilayah Malaysia.

Personel TNI AL KRI Todak-631 menggagalkan penyelundupan ibijh timah seberat 25 ton di perairan Bangka Belitung pada Rabu (14/1/2026).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |