bali.jpnn.com, DENPASAR - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Bali mendorong peningkatan penjualan LPG Non-PSO Bright Gas.
Salah satunya dengan menggandeng pelaku UMKM kuliner fast food melalui skema kerja sama Business to Business (B2B) di seluruh wilayah Provinsi Bali.
Program ini menjadi solusi pemenuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas, khususnya sektor kuliner, yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar, aman, dan sesuai regulasi.
Bright Gas tersedia dalam kemasan 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg, dengan pengiriman cepat langsung dari agen resmi NPSO Pertamina.
Selain menjamin keaslian produk, Pertamina juga memberikan layanan purnajual (after sales service) guna memastikan keberlanjutan operasional mitra usaha.
“Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, after sales service, serta peluang menjadi sub-penyalur Bright Gas,” ujar Sales Area Manager Retail Pertamina wilayah Bali Endo Eko Satryo dalam keterangan tertulisnya.
Pertamina Sales Area Retail Bali mencatat masih ada tantangan penggunaan LPG subsidi (PSO) di sektor usaha, yang berpotensi menimbulkan penyelewengan subsidi serta risiko keselamatan.
Oleh karena itu, Pertamina mendorong peralihan penggunaan LPG Non-PSO Bright Gas di segmen usaha kuliner dan fast food.











































