jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai kebijakan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) andalam Indonesia melalui satu pintu oleh BUMN memang perlu diterapkan.
Sebab, kata Eddy, dua komoditas andalan ekspor Indonesia, yakni minyak kelapa sawit dan batu bara tidak maksimal memberikan pendapat negara akibat kebocoran.
"Itu ternyata tidak termaksimalkan pendapatan negaranya, karena dua praktik, yaitu satu underinvoicing dan dua transfer pricing," kata dia menjawab awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5).
Legislator fraksi PAN itu berharap penataan ekspor SDA andalan bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan penerimaan negara.
"Kami menganggap bahwa apa yang dilaksanakan oleh pemerintah itu memang perlu diterapkan," kata Eddy.
Namun, kata dia, pemerintah harus memberikan keyakinan ke pelaku usaha bahwa pendirian PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) itu satu upaya melakukan pencatatan ekspor.
"Jadi sifatnya lebih kepada dokumentasi, administrasi, dan pencatatan," ujarnya.
Diketahui, pemerintah resmi membentuk BUMN baru, yakni PT DSI untuk khusus menangani ekspor SDA andalan Indonesia.






































