jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah bakal menjaga inflasi harga bergejolak (volatile food) untuk tetap terkendali pada rentang 3 persen hingga 5 persen.
“Pemerintah melihat volatile food, yaitu makanan, terus kami jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,” kata Airlangga Hartarto dikutip Juat (30/1).
Dalam upaya menjaga itu, Airlangga bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mempererat sinergi agar koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus terjaga.
Sinergi itu bakal difokuskan untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan wilayah, peningkatan produktivitas dan pembiayaan, serta kelancaran logistik untuk beberapa komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, dan beras.
Menyoal logistik pangan, pemerintah berencana memfasilitasi kebutuhan antarwilayah, termasuk menyeimbangkan pasokan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan.
Secara paralel, inflasi harga diatur pemerintah (administered price) terhadap berbagai bahan pangan juga akan dikendalikan.
“Pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kami bisa menjaga (inflasi). Dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun,” ujar Airlangga.
Dengan demikian, pemerintah berkomitmen menjaga inflasi sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu sebesar 2,5 plus minus 1 persen.












































