jateng.jpnn.com, SEMARANG - Penyaluran air PDAM Tirta Moedal di area Genuk dan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah terganggu dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat masyarakat terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari.
Gangguan tersebut disebabkan adanya kebocoran pipa yang terkena alat berat pada proyek pipanisasi di Kawasan Kaligawe, Kecamatan Genuk. Air mati total selama tiga hari, sejak Jumat (10/7) yang lalu.
“Saya minta PDAM harus melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti ditemui JPNN.com di Balai Kota Semarang, Selasa (14/7) sore.
Agustina meminta PDAM bermanuver supaya penyaluran air bersih ke masyarakat bisa terpenuhi. Bila ada terdeteksi gangguan, PDAM bisa gerak cepat mengirimkan air bersih lewat truk tangki ke area terdampak.
“Ini kan menjelang kemarau, harus ada manuver khusus untuk antisipasi. Apalagi ini soal air, kita sedang buat beberapa skema,” ujarnya.
Dia juga memastikan pasokan air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan yang selama ini belum masuk jangkauan PDAM Tirta Moedal.
“Sudah ada bantuan tangki air ke titik yang tidak ada aliran PDAM. Saya sudah minta ada skema menghadapi ini. Mudah-mudahan ini segera bisa dilaksanakan proses pembantuan air bersih,” katanya.
Pihaknya juga menginstruksikan Dewan Pengawas PDAM Tirta Moedal untuk turun ke lapangan dan menganalisis pelayanan yang diberikan selama ini.





































