Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian

58 minutes ago 16

Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen.

Mata uang garuda berada di level Rp 17.614 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.611 per USD.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp1 7.600 per USD hingga Rp 17.680 per USD," kata Rully.

Menurut dia, rupiah dipengaruhi oleh global melemahnya mayoritas mata uang kawasan akibat kenaikan harga minyak seiring meningkatnya risiko geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed Kamis (17/9) minggu ini,” ungkapnya.

Adapun suku bunga The Fed diperkirakan naik 25basis points(bps) menjadi 4 persen.

Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut berpotensi membuat Bank Indonesia (BI) akan mengambil langkahhawkishpada pekan depan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), ditambah lagi tren kenaikanyieldobligasi pemerintah AS tenor 10 tahun telah mendekat 5 persen di level 4,96 persen dan indeks dolar sudah menyentuh angka 99.

Di samping itu, lanjutnya ruang fiskal pemerintah semakin menyempit untuk mentransmisi selisih harga minyak dengan asumsi Anggaran pendapatan Belanja Negara (APBN) di USD 70 per barel.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |