Pakar UGM Sebut Efek Domino dan Disiplin Rendah Jadi Pemicu Utama Kecelakaan Kereta

3 hours ago 15

Kamis, 30 April 2026 – 18:30 WIB

Pakar UGM Sebut Efek Domino dan Disiplin Rendah Jadi Pemicu Utama Kecelakaan Kereta - JPNN.com Jogja

PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dari. Foto: tangkapan layar video

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, dan sebuah taksi online di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) menjadi sorotan tajam. Tragedi yang merenggut 16 nyawa dan melukai 90 orang itu dinilai bukan disebabkan oleh faktor tunggal, melainkan hasil dari efek domino yang bermula dari permasalahan di perlintasan sebidang.

Peneliti dan Staf Ahli Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Iwan Puja Riyadi mengatakan akar permasalahan sering kali dipicu oleh faktor primer di lapangan yang kemudian memicu kecelakaan beruntun.

Menurut Iwan, kecelakaan ini kemungkinan besar dipicu oleh kendaraan yang mogok atau berhenti tepat di tengah perlintasan.

Hal ini menciptakan situasi darurat yang sulit diantisipasi secara instan oleh sistem perkeretaapian.

Meskipun kereta api saat ini sudah didukung oleh teknologi sistem blok yang modern, risiko kecelakaan tetap mengintai karena karakteristik kereta yang tidak dapat berhenti mendadak.

Iwan menyoroti adanya potensi keterlambatan informasi yang diterima oleh KA Argo Bromo Anggrek. Meski upaya pengereman telah dilakukan, jarak yang sudah terlalu dekat dengan lokasi kejadian membuat tabrakan sulit dihindari.

Selain itu, kepadatan lalu lintas kereta di stasiun tersebut turut memperparah dampak dari peristiwa beruntun tersebut.

Di luar persoalan teknis, Iwan menekankan bahwa penyebab utama dari kecelakaan ini adalah perilaku masyarakat yang belum disiplin dalam menghadapi teknologi.

Kecelakaan kereta api yang marak terjadi di Indonesia disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat yang melintas di perlintasan sebidang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |