Ongkos Politik Tidak Murah, Wacana Pilkada lewat DPRD Dinilai Jadi Solusi

4 hours ago 28

Ongkos Politik Tidak Murah, Wacana Pilkada lewat DPRD Dinilai Jadi Solusi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi - Warga saat mengikuti pencoblosan Pilkada. Belum tentu pemilihan kepala daerah lewat DPRD biaya politiknya lebih murah dibanding pemilihan langsung. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA -  

Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan mengatakan biaya politik saat pemilihan kepala daerah (pilkada) menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.

Sebab, ongkos besar sejak pencalonan membuat kandidat sudah mengeluarkan uang banyak, tetapi belum tentu bisa maju dalam kontestasi.

“Kalau dibuka tahap-tahapnya, ada empat tahap krusial yang mau tidak mau membuat kandidat mengeluarkan biaya besar,” dikutip, Selasa (17/2).

Yusak menjelaskan kandidat juga harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk mendapatkan dukungan partai. Tahap berikutnya adalah kampanye dan wilayahnya luas.

Menurut dia, kandidat tidak mungkin menjangkau semuanya dengan cara-cara biasa

“Satu partai saja, kalau standar 'aman' misalnya Rp 300–Rp 500 juta, dan ada banyak partai, itu sudah sangat besar. Makanya muncul politik uang,” ujarnya.

Yusak memaparkan metode kampanye yang paling disukai masyarakat adalah kandidat 'datang langsung'. 

Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan mengatakan biaya politik saat pemilihan kepala daerah (pilkada) menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |