jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia Dato Sri Dr. Stephen Rundi Utom serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pekerja Migran Sarawak Datuk Gerawat Gala di Kantor Kemwnterian P2MI, Jakarta Selatan, Selasa 27 Januari 2026.
Pertemuan strategis ini fokus pada penguatan pelindungan dan optimalisasi penempatan Pekerja Migran Indonesia di wilayah Sarawak, yang saat ini berjumlah kurang lebih 145 ribu orang.
Mayoritas Pekerja Migran di wilayah tersebut terserap di sektor perkebunan sawit (plantation), mulai dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream).
Langkah Tegas Berantas Pekerja Migran Non-Prosedural
Salah satu poin utama yang disepakati dalam pertemuan teknis tersebut adalah komitmen bersama untuk menekan angka pemberangkatan pekerja migran non prosesural.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa kedua belah pihak telah memiliki kesamaan persepsi dalam menangani masalah tersebut.
“Kami sudah satu kesepahaman dan satu langkah untuk mengatasi masalah pekerja migran asal Indonesia yang berangkat secara tidak prosedural. Kami bersepakat untuk segera membentuk semacam Task Force atau satuan tugas khusus untuk melakukan pengawasan ketat," ujar Menteri Mukhtarudin.
Reformasi Regulasi dan Efisiensi Waktu Penempatan





















.jpeg)






















