jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya mengatakan pasar saham justru merespons positif isu antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Hal ini dikatakan menanggapi isu penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat (AS).
“Kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya, tetapi itu yang dilihat pasar,” ucap Purbaya di Istana Negara, pada Senin (5/1).
Purbaya menuturkan bahwa Venezuela memang sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia karena terbatas kapasitas produksinya.
“Terbatas (produksinya), dari kita terlalu jauh. Harga minyak kan, mungkin mereka pikir akan turun suplainya, tetapi kan Amerika sudah izinkan,” kata dia.
Walau begitu, Purbaya menilai bahwa hukum dunia saat ini terbilang aneh karena negara lain bisa menangkap kepala negara lain.nya.
“Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi, kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat, dan seperti bisa gateaway dari pengawasan PBB,” tuturnya.
Diketahui, Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Penangkapan itu dibenarkan seorang senator AS Mike Lee.















































