Menimbang Gagasan Design Build Operate untuk Pelayaran Penumpang Nasional

1 hour ago 14

Setelah Insiden KM Virgo Transport 8:

Oleh: Ahlan Zulfakhri - Ship Building Specialist menulis tentang industri perkapalan dan kebijakan maritim Indonesia

Menimbang Gagasan Design Build Operate untuk Pelayaran Penumpang Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ship Building Specialist menulis tentang industri perkapalan dan kebijakan maritim Indonesia, Ahlan Zulfakhri. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com -  

Pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 waktu setempat, KM Virgo Transport 8 mengalami kemiringan ekstrem dan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kapal Ro-Ro penumpang yang dinakhodai Arief Yunianto itu bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin, mengangkut 243 orang, 89 kendaraan, dan 30 anak buah kapal.

Data Basarnas per hari ketiga operasi SAR mencatat enam korban meninggal, 107–115 orang selamat, dan 129–140 orang masih dalam pencarian.

Insiden ini tidak berdiri sendiri. Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal di perairan Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan 239 korban meninggal dan 203 hilang — rata-rata dua kecelakaan kapal per hari.

Bagi negara dengan lebih dari 17.000 pulau, transportasi laut bukan pilihan; ia adalah tulang punggung. Persoalannya, tulang punggung itu makin renta.

Anatomi Teknis: Kapal yang Lahir di Rezim Regulasi Lain

Virgo Transport 8 dibangun tahun 1987 di galangan Shin Kurushima Onishi, Jepang, dengan nama asli Ferry Kurushima (IMO 8625179).

Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal di perairan Indonesia selama Januari–Agustus 2026 dengan 239 korban meninggal & 203 hilang, rerata 2 kecelakaan per hari.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |