jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) masih menjadi kekhawatiran peternak di sejumlah daerah.
Untuk menekan risiko tersebut, puluhan peternak di Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, mengikuti edukasi kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang digelar di balai desa setempat, Jumat (30/1).
Kegiatan bertema 'Kandang Bersih, Ternak Sehat' ini digagas oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang sedang menempuh program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Rizqi Amalia Firdausi mengatakan banyak kasus penyakit ternak berawal dari lingkungan kandang yang kurang terjaga.
"Penyakit seperti PMK dan LSD sangat mudah menular jika sanitasi kandang diabaikan. Padahal, membersihkan kandang secara rutin dan mengatur lingkungan sekitar sudah menjadi benteng awal yang sangat efektif,” jelasnya, Senin (2/2) di Surabaya.
Dalam sesi penyuluhan, peternak dibekali pengetahuan tentang perawatan kandang yang benar, mulai dari menjaga lantai tetap kering, menghindari genangan air, memperbaiki sirkulasi udara, hingga pengelolaan limbah kotoran agar tidak memicu berkembangnya agen penyakit.
Tak hanya teori, peserta juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan jamu ternak fermentasi sebagai upaya pendukung kesehatan hewan. Jamu tersebut dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti rempah-rempah, molasses, dan EM4.
“Ini alternatif yang bisa membantu menjaga daya tahan ternak. Bahannya sederhana dan bisa diracik sendiri oleh peternak,” ujar Rizqi.










































