jateng.jpnn.com, JEPARA - Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Damarwulan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah putus total.
Badan jalan di lereng Gunung Muria itu tergerus aliran sungai dan amblas sepanjang sekitar 60 meter. Kondisi itu membuat Desa Tempur terisolasi.
Peristiwa itu terjadi seusai hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Muria tanpa henti pada Sabtu (10/1). Selain merusak infrastruktur jalan, longsor juga menimpa tiga rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar mengatakan bencana tanah longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 18 titik longsor di wilayah Kecamatan Keling.
“Saat ini Desa Tempur terisolasi. Prioritas utama kami adalah membuka akses agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lancar,” kata Ary saat dikonfirmasi, Senin (12/1).
Sebagai langkah tanggap darurat, pihaknya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa dua tabung gas elpiji 12 kilogram, lima dus mi instan, dua krat telur, serta 100 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional genset, menyusul terputusnya aliran listrik di wilayah terdampak.
“Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga sambil menunggu akses jalan kembali terbuka,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, pihaknya juga menerjunkan tim relawan ke lokasi bencana. Menurutnya, ada dua strategi paralel untuk mengatasi keterisolasian Desa Tempur, yakni perbaikan permanen pada ruas jalan yang rusak serta pembukaan jalur alternatif darurat.











































