jpnn.com, SURABAYA - Bea Cukai melaksanakan kegiatan sinergi dan asistensi dalam rangka mendukung keberlanjutan Industri Hasil Tembakau (IHT) sekaligus meningkatkan tingkat kepatuhan pelaku usaha di Jawa Timur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui dua agenda utama yang diselenggarakan di Malang pada pertengahan Desember 2025.
Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II menggelar pembahasan persiapan pembangunan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) bersama Bea Cukai Malang, Bea Cukai Probolinggo, serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang pada Selasa (16/12).
Kegiatan ini bertujuan menghimpun berbagai masukan strategis guna membangun ekosistem tembakau di Jawa Timur yang terintegrasi antara pengembangan ekonomi dan pengawasan.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Agus Sudarmadi menjelaskan kebijakan Bea Cukai dalam mendorong pertumbuhan IHT yang sehat dan berkelanjutan.
Dia menyampaikan Fondasi Digital Ekosistem Aglomerasi akan dikembangkan sebagai sistem terpadu yang menghubungkan aspek perizinan, pengawasan, dan pembinaan melalui koordinasi multipihak berbasis data secara real time.
Penerapan sistem terpadu dalam APHT tersebut membutuhkan kolaborasi lintas lembaga yang terintegrasi melalui skema kepatuhan digital.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi industri kecil dan menengah tembakau, sekaligus menjadi terobosan dalam mewujudkan transparansi informasi, kemudahan perizinan, serta efektivitas pembinaan dan pengawasan.















































