jpnn.com - Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperluas serapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja formal dan terampil.
Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno menilai hilirisasi sumber daya alam mineral merupakan instrumen strategis untuk mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas.
“Kami menyambut positif kebijakan hilirisasi karena dampaknya sangat konkret terhadap penciptaan lapangan kerja, terutama tenaga kerja formal yang terampil dan memiliki nilai tambah tinggi,” ucap Eddy dalam keterangannya, pada Selasa (27/1).
Menurut dia, salah satu proyek hilirisasi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja adalah pengembangan ekosistem pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina aluminium terintegrasi yang dijalankan oleh Grup MIND ID.
Berdasarkan dokumen Pra Feasibility Study (PFS) yang disusun oleh BPI Danantara bersama Satuan Tugas Hilirisasi, proyek strategis dengan total investasi sekitar Rp 60 triliun itu diproyeksikan mampu menyerap hingga 14.700 tenaga kerja baru, baik pada fase konstruksi maupun operasional.
Dia menilai, investasi berskala besar tersebut berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas terhadap ketenagakerjaan nasional.
Tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung di sektor industri, proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya lapangan kerja di sektor-sektor pendukung.
“Investasi seperti ini akan menggerakkan ekosistem ekonomi di sekitarnya, mulai dari sektor logistik, jasa pendukung, hingga UMKM lokal,” kata dia.












































