jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Bangunan lapak pedagang di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, roboh secara tiba-tiba pada Selasa (20/1). Kejadian itu menyebabkan tiga orang pedagang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit serta puskesmas terdekat.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan hasil peninjauan di lokasi menunjukkan penyebab utama ambruknya bangunan tersebut adalah kondisi lapak yang sudah tua dan tidak layak pakai.
"Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Insiden itu menjadi peringatan serius bahwa infrastruktur pasar yang tidak layak tidak boleh lagi digunakan," kata Yudha saat menjenguk salah satu korban di RSUD dr Haryoto Lumajang.
Menurut Yudha, peristiwa itu tidak dipicu faktor cuaca maupun kondisi alam, melainkan murni karena konstruksi lapak yang sudah rapuh.
"Saat kejadian tidak ada hujan dan tidak ada angin. Itu murni karena bangunan dasar lapak pedagang yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan, hal itu tidak boleh terulang," ujarnya.
Lapak yang roboh diketahui terbuat dari kayu tua dan bukan konstruksi permanen. Bangunan berukuran sekitar 3 x 10 meter itu tiba-tiba ambruk saat para pedagang tengah berjualan, sehingga menimpa tiga orang yang mengalami luka di bagian punggung dan leher.
Beruntung insiden terjadi pada pagi hari ketika jumlah pengunjung pasar belum ramai sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan pembeli.
"Kalau terjadi lebih siang, risikonya bisa jauh lebih besar. Itu harus menjadi momentum untuk memperbaiki seluruh sarana pasar yang sudah tidak layak," katanya.








































