jpnn.com, JAKARTA - Bagi sebagian perempuan pelaku UMKM, teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan jalan untuk bertahan, bahkan berkembang di tengah tekanan ekonomi.
Efa Fauziah, misalnya, memulai usahanya dari situasi yang tak mudah. Setelah terdampak gempa di Aceh pada 2016, dia bersama keluarga memutuskan merantau ke Jawa.
Berbekal resep keluarga, dia merintis usaha Mie Aceh dari nol di sebuah ruko kecil.
Perjalanan itu sempat terhenti, bahkan harus diulang dari awal. Namun perlahan, usahanya menemukan ritme.
Perubahan signifikan datang saat ia bergabung sebagai mitra GrabFood.
Dari yang semula hanya menjual belasan porsi per hari, kini usahanya mampu menembus sekitar 150 porsi harian. Sebagian besar pesanan datang dari kanal online.
Bagi Efa, kemajuan itu bukan hanya karena akses pasar yang lebih luas, tetapi juga kemampuan membaca data.
Lewat fitur GrabMerchant AI Assistant, dia bisa memahami tren penjualan, mengetahui menu favorit pelanggan, hingga menentukan waktu terbaik untuk promosi.








































