jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pemerintah tidak khawatir meski banyak yang menyebutkan RI bakal mengalami krisis ekonomi seperti 1998 silam.
Purbaya menjelaskan saat ini fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik.
"Tidak (kekhawatiran). Fundamental RI amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp 2.000 melemah ke sekian, Rp 17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh (dari 1998)," ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (22/5).
Purbaya mengatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah belakangan lebih dipengaruhi oleh persepsi pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional.
Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal secara bertubi-tubi mulai dari penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar.
"Tetapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah. Jadi, kami akan memperbaiki cara mungkin, kami mensosialisasikan keberhasilan ke publik," katanya.
Purbaya mengaku juga telah bertemu sejumlah tokoh senior yang pernah terlibat dalam penanganan krisis ekonomi sebelumnya, termasuk mantan Gubernur Bank Indonesia dan pejabat Kementerian PPN/Bappenas.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap pengalaman dan masukan terkait penanganan krisis ekonomi pada masa lalu.







































