jpnn.com - Langkah cepat dilakukan. Sehari setelah Presiden Prabowo berpidato dar-der-dor di DPR, sebuah perusahaan baru berdiri. Namanya, Anda sudah tahu: Danantara Sumberdaya Indonesia.
PT DSI itulah yang akan melaksanakan ekspor sawit dan batu bara. Eksportir tunggal Indonesia. Semua perusahaan sawit dan batu bara harus menyerahkan ekspornya ke PT DSI.

Surat pengesahan berdirinya PT DSI sudah dikeluarkan oleh kementerian hukum kemarin. Setidaknya ringkasannya.
Ringkasan itu beredar di medsos. Termasuk status PT DSI: perusahaan swasta (tertutup).
Heboh. Kok, swasta? Padahal, Presiden Prabowo sudah menegaskan dalam pidatonya bahwa eksportir tunggal yang dimaksud adalah perusahaan negara: Danantara.
Untung CEO Danantara segera bikin klarifikasi: status swasta itu segera diubah menjadi Persero BUMN. Berarti status swasta tadi hanya salah ketik –saking buru-burunya.
Tidak hanya soal status swasta yang diklarifikasi. Danantara juga mengklarifikasi beberapa poin yang dipidatokan Prabowo. Misalnya soal siapa yang melaksanakan ekspor nanti dan bagaimana caranya.

.jpeg)





































