jpnn.com, SERANG - Hikayati, seorang perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar, yang juga berperan sebagai guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah).
Di ruang belajar yang masih sangat sederhana, hanya beralaskan lantai, dia tetap menyalakan semangat belajar bagi murid-muridnya.
Baginya, kebahagiaan bukan diukur dari materi, melainkan saat melihat anak-anak didiknya mampu membaca, menulis, dan menghafal doa-doa.
“Kami memang belajar di lantai, tapi saya selalu bilang ke anak-anak, mimpi kita harus setinggi langit,” ujar Hikayati.
Di balik perannya sebagai pendidik, Hikayati juga mengembangkan usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.
Dukungan tersebut membuatnya bisa tetap mengajar dengan tenang tanpa harus meninggalkan panggilan hatinya sebagai guru.
Pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menjadi kekuatan yang membantunya menjaga keseimbangan antara pengabdian dan kemandirian ekonomi.
Nilai-nilai inilah yang juga sejalan dengan semangat pemberdayaan yang dihadirkan PNM, bahwa perubahan besar kerap tumbuh dari ketulusan langkah-langkah kecil yang konsisten dijaga.













































