jpnn.com, BANDAR LAMPUNG - UMKM di Kota Bandar Lampung berhasil membawa harum komoditas lokal hingga pasar internasional.
CV Indonesian Commodity yang dipimpin Mahessa Raditya menjadi salah satu pelaku UMKM yang mengangkat getah damar Lampung sebagai produk bernilai ekspor dan berdampak langsung bagi perekonomian daerah.
Berlokasi di Jalan KS Tubun Nomor 4, Rawa Laut, Enggal, CV Indonesian Commodity berada di wilayah strategis yang dikelilingi sentra penghasil damar terbaik di Lampung, seperti Pesisir Barat, Tanggamus, dan Kalianda.
Getah damar atau kopal dikenal luas sebagai bahan baku industri dan pengobatan tradisional dengan proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional mulai dari penyadapan, pengeringan, hingga pemilahan manual.
Ketertarikan Mahessa menggeluti usaha ini bermula pada masa pandemi Covid-19 di 2021.
“Saat itu, saya menonton video konten ekspor di YouTube dan TikTok. Dari situ saya tahu bahwa getah damar cukup diminati di luar negeri. Di Lampung, bahan bakunya sangat melimpah dan kami berniat menjadikan getah damar menjadi salah satu komoditas unggulan Lampung yang memberikan manfaat bagi orang banyak,” ungkap Mahessa dalam keterangannya, Senin (12/1).
Dalam mengembangkan usaha, Mahessa memasarkan produknya melalui lokapasar dalam dan luar negeri, media sosial, serta promosi melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Keinginan untuk menembus pasar ekspor kemudian diperkuat melalui asistensi dari berbagai instansi, termasuk Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Perdagangan, serta Bea Cukai Lampung.














































