jpnn.com - ISTANBUL - Arab Saudi merespons langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuzs. Arab Saudi mendesak AS menghentikan blokade Selat Hormuz, dan kembali berunding dengan Iran, demikian laporan Wall Street Journal pada Selasa, mengutip pejabat regional.
Menurut laporan tersebut, Arab Saudi merasa khawatir blokade Presiden AS Donald Trump dapat menyebabkan Iran meningkatkan eskalasi dan mengganggu jalur pelayaran penting lainnya.
Negara tersebut khawatir Iran membalas blokade dengan menutup Bab al-Mandeb - jalur sempit strategis di Laut Merah, yang sangat penting bagi sisa ekspor minyak Saudi. “Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur ekonomi vital mereka,” kata laporan itu.
Untuk itu, banyak negara, termasuk Arab Saudi, mendesak AS untuk menyelesaikan masalah ini di meja perundingan dan berupaya keras untuk memulai kembali pembicaraan.
Laporan itu juga menyatakan bahwa di balik sikap tegas yang ditunjukkan ke publik, AS dan Iran tetap menjalin komunikasi lewat perantara dan siap berunding jika keduanya bersedia lebih fleksibel.
Trump mengumumkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, yang mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB).
Blokade tersebut dilakukan setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan di ibu kota Pakistan pada akhir pekan.
Perundingan tersebut merupakan upaya yang lebih luas untuk mengakhiri serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.400 orang sejak 28 Februari, yang digelar setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. (antara/jpnn)








































