jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengaku banyak mendapatkan aduan mengenai panggilan penipuan (spam call) dari pelaku yang mengaku sebagai anggota DPR atau publik untuk meminta sumbangan.
Dia mengatakan setidaknya 3.000 nomor telepon yang diblokir karena digunakan untuk panggilan penipuan.
"Banyak sekali laporan-laporan aduan nomor-nomor telepon yang paling banyak, ini mungkin yang juga paling banyak kena bapak-ibu anggota DPR, jadi berpura-pura menjadi anggota DPR atau pejabat publik kemudian minta sumbangan. Itu impersonation (peniru) ada 3.000 nomor telepon yang sudah kita blokir," kata Meutya.
Meutya memaparkan Kemkomdigi memblokir 2.500 nomor telepon karena terindikasi melakukan penipuan.
Tercatat ada 13.000 nomor yang diblokir karena digunakan dalam modus investasi daring fiktif, perjudian daring, jual-beli daring, dan lain-lain.
Menurut Meutya, angka sebenarnya bisa lebih tinggi apabila masyarakat sudah terbiasa melapor apabila menemukan nomor telepon yang diduga melakukan penipuan.
Oleh karena itu, politikus Partai Golkar tersebut mengimbau masyarakat untuk langsung melakukan pelaporan apabila menemukan nomor mencurigakan.
"Silakan langsung dilaporkan supaya bisa kami lakukan pemblokiran atau pemutusan akses dari nomor tersebut bekerja sama dengan para opsel (operator seluler)," ujar Meutya.












































