jpnn.com, SITUBONDO - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendatangkan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 untuk mendukung kelancaran kepulangan ratusan santri putri pada libur Ramadan dari Situbondo menuju Pulau Kangean dan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Selasa (10/2/2026).
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto mengemukakan ratusan orang santri ini merupakan santri dari Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Ponpes Wali Songo (Situbondo), Ponpes Nurul Jadid Paiton dan beberapa pesantren lainnya.
"Total santri putri dari beberapa pesantren yang diangkut menggunakan KM Sabu Nusantara 74 rute Jangkar-Kangean-Sapeken sebanyak 519 orang, dan 51 santri di antaranya tujuan Pulau Sapeken," kata dia di Situbondo, Selasa.
Kapal perintis milik Kementerian Perhubungan itu, lanjut Herland, tiba dan bersandar di dermaga Pelabuhan Jangkar (Situbondo) pada pukul 12.00 WIB, dan bertolak dari pelabuhan Jangkar pukul 17.00 WIB dengan membawa santri tujuan Pulau Kangean.
Menurut dia, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mendatangkan kapal perintis untuk mengangkut ribuan santri dari beberapa pondok pesantren itu karena armada kapal feri yang ada tidak memadai secara keselamatan pelayaran dari jumlah santri.
"Selain itu, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 juga memiliki kapasitas penumpang cukup besar, yakni bisa mencapai lebih dari 500 orang penumpang," kata Herland.
Pada Senin (9/2) kemarin, sebanyak 364 orang santri putra dari Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo juga pulang berjamaah ke Pulau Kangean menggunakan KMP Munggiyango Hulalo.(antara/jpnn)










































