jpnn.com - MADIUN - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, mengusulkan formasi guru CPNS 2026 hanya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Adapun kekurangan guru PNS di Sekolah Dasar (SD) diambilkan dari guru Taman Kanak-kanak (TK).
Pemkot Madiun terus berupaya memenuhi kekurangan tenaga pengajar jenjang SD dan SMP secara bertahap.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan kebutuhan formasi guru pada seleksi CPNS 2026 di Kota Madiun telah melalui kajian Dinas Pendidikan dan sudah diajukan ke pemerintah pusat. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap koordinasi.
"Sudah dianalisis dan diajukan. Saat ini masih berproses dan terus dikoordinasikan dengan pusat. Pemenuhan kekurangan tenaga pendidik ini penting untuk menjaga kualitas pembelajaran tetap optimal," ujar Plt Wali Kota Bagus setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Balai Kota Madiun, Senin (4/5).
Ia berharap ada dukungan dan kebijakan yang memudahkan daerah dalam memenuhi kebutuhan guru.
Meski realisasi diperkirakan bertahap, pemerintah pusat diyakini memiliki strategi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan berdasarkan data yang ada, kekurangan guru yang ada di jenjang SD dan SMP jika ditotal mencapai 138 orang.










































