jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah mengubah sistem pelayanan jemaah pada musim haji 2026 dengan mulai membagikan dan mengaktifkan kartu Nusuk sejak di embarkasi sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Kebijakan ini menandai pengetatan administrasi sekaligus peningkatan layanan jemaah sejak awal perjalanan. Sebelumnya, kartu Nusuk baru diterima jemaah setelah tiba di Tanah Suci.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur As’adul Anam mengatakan kartu Nusuk merupakan identitas resmi yang wajib dimiliki setiap jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk merupakan identitas resmi bagi jemaah haji selama berada di Tanah Suci dan terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah Arab Saudi,” ujarnya, Selasa (14/4).
Dia menjelaskan, kartu tersebut memuat data digital jemaah, mulai dari identitas pribadi, lokasi penginapan, nomor kamar, hingga akses layanan ibadah.
Dengan aktivasi sejak embarkasi, data jemaah sudah terinput dalam sistem Arab Saudi sebelum kedatangan. Hal ini diharapkan mempercepat proses layanan serta memudahkan pengawasan setibanya di Tanah Suci.
Selain itu, kartu Nusuk juga berfungsi sebagai akses masuk ke berbagai lokasi ibadah utama, seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga area Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kartu Nusuk juga menjadi kartu kendali bagi jemaah untuk mengakses berbagai lokasi ibadah selama di Arab Saudi, sehingga pelayanan dapat berjalan lebih tertib dan aman,” jelasnya.





































