jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah, menjalankan program Kartu Guru Sejahtera (KGS).
Program ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para pendidik dengan menyasar sebanyak 17.372 guru non-aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai lembaga pendidikan.
"Para penerima manfaat mencakup guru di sekolah negeri dan swasta, termasuk guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), madrasah diniyah, pondok pesantren, hingga instruktur lembaga kursus di Kabupaten Jepara," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan peringatan Hari Lahir Ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Aula Sunu Ngesti Tomo, Jepara, Sabtu (11/4).
Witiarso mengatakan program KGS merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa. Sekaligus sebagai bentuk apresiasi untuk para pendidik.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran LP Ma’arif PCNU Jepara, tokoh pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.
Witiarso menegaskan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan.
Peran guru, menurutnya, menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul.
"Peran guru, ustadz, kiai, maupun para pendidik harus kita apresiasi karena anak-anak kita menjadi terdidik berkat beliau-beliau itu," ujarnya.









































