jpnn.com - Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mengkritik keras langkah pencegahan dari pemerintah dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut dia, meluasnya karhutla tidak bisa diperlakukan semata-mata sebagai bencana alam akibat kemarau panjang.
“Cuaca ekstrem hanya menciptakan kondisi yang memungkinkan kebakaran membesar. Sumber apinya tetap harus ditelusuri," kata dia kepada awak media, Jumat (28/8).
Menurut Ateng, fenomena Godzilla El Niño memang membuat vegetasi dan lahan gambut jauh lebih kering.
Namun, kata dia, El Nino bukanlah pihak yang menyalakan api yang membuat kasus karhutla meluas di berbagai daerah.
Ateng mengatakan ancaman soal kemarau telah diperingatkan sejak awal tahun, tetapi pemerintah tak menerjemahkan menjadi tindakan pencegahan yang disiplin, terukur, dan mengikat.
"Jangan menjadikan El Nino sebagai alasan untuk menutupi kegagalan pencegahan dan kemungkinan pelanggaran hukum,” kata legislator fraksi PKS itu.
Ateng menuturkan BMKG pada April 2026 telah menyerukan perlunya kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.









































