jatim.jpnn.com, MAGETAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bersama petugas gabungan membuat ilaran atau sekat bakar sepanjang sekitar 1,5 kilometer untuk menghambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu.
Ilaran dibuat setelah petugas kembali menemukan titik api di kawasan lereng Lawu wilayah Desa Jabung, Kecamatan Panekan, meski asap kebakaran sudah tidak terlihat dari bawah.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan petugas menemukan masih adanya titik api saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
"Secara visual dari bawah, asap kebakaran di lereng Lawu yang terjadi Senin (14/9) kemarin memang sudah tidak terlihat. Tetapi ketika tim naik ke atas ternyata masih ada titik api. Maka teman-teman gabungan lalu melakukan upaya pemadaman, meski ada juga yang memang tidak terjangkau. Selain itu tim gabungan tadi juga membuat ilaran, agar api tidak menyebar," kata Eka, Selasa (15/9).
Sebanyak 276 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla tersebut.
Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, sukarelawan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga warga desa sekitar.
Eka menyebut kondisi kawasan lereng Lawu di wilayah Magetan pada Selasa sudah kembali normal. Namun, personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali masuk dan menjalar ke wilayah Magetan.
"Kalau untuk area Magetan sudah normal. Ada satu titik yang dimungkinkan di wilayah Ngawi, tetapi kami masih standby semua untuk memastikan tidak ada hambatan kembali ke area Magetan," ujarnya.














































