jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan makin parah, sehingga meminta pemerintah segera menangani.
"Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan kepada awak media, Jumat (21/8).
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebaran titik panas atau hotspot tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan 767 titik.
Kemudian disusul Kalimantan Barat (Kalbar) 560 titik, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Timur (Kaltim) masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara (Kaltara) tiga titik.
Puan meminta pemerintah segera menetapkan zona operasi prioritas karhutla berdasarkan kombinasi hotspot berulang.
Termasuk, melihat dari kondisi gambut, kekeringan, arah angin, kedekatan dengan permukiman, dan kapasitas pemadaman daerah.
“Kabupaten dengan risiko tertinggi harus mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta dukungan udara untuk pemadaman,” ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.
Puan mendorong pemerintah pusat memberikan bantuan, khususnya bagi daerah yang kewalahan dalam penanganan karhutla.









































